Kategori
Rekreasi

Kasus Corona, Spanyol Klaim Negaranya Aman untuk Wisata

Kasus Corona, Spanyol Klaim Negaranya Aman untuk Wisata

5aba1c2e15e9f922eb505883 - Kasus Corona, Spanyol Klaim Negaranya Aman untuk Wisata

Kasus Corona, Spanyol Klaim Negaranya Aman untuk Wisata – Otoritas Spanyol menyatakan bahwa wabah kasus Virus COVID -19 telah terkendali, padahal Inggris secara tiba-tiba memerintahkan orang-orang yang datang dari Negeri Matador ke dalam masa karantina.

Biarpun begitu, beberapa negara seperti Inggris, tidak merekomendasikan warganya untuk pergi ke Spanyol sebab kasus harian Covid-19 di negara tersebut hampir mencapai angka 1000. Menanggapi hal ini, Spanyol meyakinkan para calon turis bahwa kasus Covid-19 di negaranyna berada dalam kendali.

Inggris mengharuskan karantina bagi warganya yang pergi ke luar negeri, termasuk Spanyol 

Adanya pelonggaran larangan perjalanan membuat Inggris menerapkan kebijakan wisata untuk mencegah terjadinya gelombang kedua pandemi. Wisatawan dari negara negara dengan kasus Covid-19 yang tinggi diwajibkan untuk menjalani karantina selama 14 hari.

Kalau ketahuan tidak menjalani isolasi mandiri, maka pemerintah akan mengenakan denda sebesar £1.000  dan £480 untuk daerah Wales, Irlandia Utara, dan Skotlandia. Selama masa karantina ini, wisatawan wajib melaporkan alamat karantina mereka atau akan didenda sebesar £100.

Selain wajib menjalani karantina, wisatawan maupun penduduk yang berpergian ke luar negeri diwajibkan untuk menggunakan mobil pribadi dan tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan umum. Apabila tidak memiliki mobil pribadi, pemerintah akan mengatur akomodasi dengan biaya yang ditanggung wisatawan.

Pemerintah Perancis melarang penduduknya pergi ke Catalonia, salah satu daerah dengan kasus tertinggi di Spanyol. The Guardian melaporkan bahwa Norwegia juga mewajibkan 10 hari karantina bagi orang yang berpergian dari Spanyol.

Spanyol akui negaranya aman untuk dikunjungi

Menteri Perhubungan Luar Negeri Spanyol Arancha Gonzalez Laya mengatakan. “Spanyol sangat aman untuk para wisatawan. Sama seperti negara negara lain di Eropa, kami memang sedang mengalami wabah. Namun, semuanya berada dalam kontrol”, ucapnya. Masih dalam pernyataan yang sama, ia juga menyebutkan bahwa ada 3 kota dengan kasus tinggi, yakni Barcelona, Lleida, dan Zaragoza. Walaupun begitu, ia mengaku bahwa kasus di kota tersebut berada dalam penanganan dan terlacak dengan sempurna.

Menanggapi kebijakan sejumlah negara yang menerapkan karantina kepada orang yang berpergian dari Spanyol, Laya melakukan digalog bersama negara negara tersebut, termasuk Inggris. Ia berharap dialog ini akan menenangkan dan membuat mereka melonggarkan kebijakan karantina.

Sektor pariwisata yang menyumbang 12% PDB Spanyol terancam runtuh. Pasalnya, penyumbang terbesar sektor pariwisata Spanyol adalah Inggris. Tahun lalu, 1/5 atau lebih dari 18 juta wisatawan yang berkunjung berasal dari Inggris. Kebijakan karantina yang diterapkan sejumlah negara tersebut mengakibatkan banyak reservasi hotel maupun penerbangan juga dibatalkan.

Stasiun berita BBC menyebutkan bahwa IATA menganggap kebijakan tersebut tidak proporsional dan memperingatkan bahwa hal ini menurunkan kepercayaan konsumen.