Kategori
Rekreasi

Menikmati Duku Sambil Berekreasi di Candi Muarajambi

Menikmati Duku Sambil Berekreasi di Candi Muarajambi

Menikmati Duku Sambil Berekreasi di Candi Muarajambi – Sekitar 3.000-an hektar kawasan Candi Muara Jambi dipenuhi dengan pohon duku. Juga di sekitar kawasan kecamatan Muaro Sebo yang juga sedang panen buah duku. kata Mukhlis, salah seorang warga di Desa Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Minggu.

Puluhan ribu pohon duku di kawasan tersebut hampir merata sedang berbuah yang siap panen. Butiran kuning buah duku hampir di seluruh pohon buah tersebut.

 Makan sepuasnya di kebun warga 

Bukan hanya di Candi Kedaton, di sekitar Candi Gumpung juga banyak terdapat pohon duku. Apalagi di kebun warga yang bisa ditempuh berjalan kaki di kawasan candi Buddha terbesar di Asia Tenggara ini. Dengan luas kawasan 3.981 hektar, Candi Muarajambi berada di antara desa dan kebun warga.

Seperti kebun milik Abdul Haviz, tak jauh dari candi Kedaton. Bersama beberapa temannya, Abdul Haviz di akhir pekan memanen duku yang sudah dinantinya setahun lalu. “Kalau pengunjung datang ke kebun duku warga, silakan makan sepuasnya,” kata pria yang akrab disapa Ahok ini, Sabtu.

Cara memanen duku di Muarajambi biasanya dengan menggunakan jasa pemanjat. Dengan cara memetik langsung dari pohon duku dan dimasukkan ke dalam karung yang sudah disiapkan.

Setelah itu, duku akan dikumpulkan di atas terpal untuk dipilih. Duku pecah dan masih hijau akan dibuang. “Duku untuk dijual harus dengan kualitas terbaik. Hari ini sudah hampir tiga ratus kilogram terkumpul,” ungkap Ahok.

#Keahlian khusus pemanjat duku

Hermansyah, pemanjat pohon duku, mengaku jika musim duku tiba, dirinya ketiban rezeki. Karena, para pemilik kebun duku akan menghubungi dirinya. Sebab, tidak banyak yang memiliki keahlian memanjat batang duku. Apalagi ketinggian pohon duku di kawasan Candi Muarajambi bisa mencapai belasan meter.

“Dalam satu hari bisa memanjat lima sampai sepuluh batang duku. Tergantung banyaknya duku,” ungkap pria yang biasa disapa Lokman ini.Karena, jika salah menjejakkan kaki di atas ranting, dirinya bisa celaka. “Jika terlihat ranting atau cabang pohon banyak semut dan berlubang, itu bisa dipastikan lapuk,” ungkapnya.

Jatuh dari atas pohon duku pernah dialaminya. Namun beruntung, Lokman pada saat jatuh masih bisa meraih cabang pohon yang lain. Sehingga, dirinya masih selamat dari kecelakaan yang tidak ingin dialaminya itu. “Kalau sudah berada di ketinggian belasan meter, saya menggunakan tali untuk diikatkan ke dahan yang lebih kokoh. Keselamatan tetap diutamakan,” katanya.

Salah satu keahlian yang dimiliki Lokman, bisa berpindah dari satu pohon duku ke pohon duku lainnya tanpa harus turun ke bawah. Dirinya beralasan, jika sudah turun ke bawah dan naik lagi ke pohon duku akan lebih terasa capeknya.

Menyaksikan bagaimana pemanjat duku melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, menjadi tontonan menarik ketika berwisata ke Candi Muarajambi. Jika ingin membawa pulang duku yang baru dipanen, pengunjung tinggal menyepakati harga dengan pemilik kebun.