Kategori
Uncategorized

Sri Mulyani Ajukan 2 Skema Revisi Tarif PPnBM Mobil Listrik dan Hybrid

catatan akhir tahun menteri keuangan sri mulyani indrawati 4 2218cf02e27059589ab9ba7b7e778718 600x400 - Sri Mulyani Ajukan 2 Skema Revisi Tarif PPnBM Mobil Listrik dan Hybrid

Sri Mulyani Ajukan 2 Skema Revisi Tarif PPnBM Mobil Listrik dan Hybrid,Pemerintah mengusulkan adanya perubahan tarif terhadap jenis kendaraan yang dkenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Revisi ini dlakukan untuk menarik investor di sektor kendaraan berbahan bakar energi terbarukan alias kendaraan berbasis listrik atau battery electric vehicle (BEV).

Dilansir dari http://victoriaramada.com/

Support by Agen388 INDONESIA

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerangkan bahwa usulan perubahan tarif PPnBM pada kendaraan listrik merupakan hasil dari rapat terkait strategi pembangunan industri otomotif berbasis baterai antara pihaknya dengan Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Kementerian Perindustrian.

“Berdasarkan minat dari investor yang akan menginvestasikan bagi kendaraan EV di Indonesia, maka pemerintah mengajukan perubahan, yang sebetulnya perubahannya tidak cukup besar dari tarif existing,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja secara virtual dengan Komisi XI DPR RI, Senin (15/3/2021).

Akan ada dua skema yang mungkin diterapkan pemerintah terkait perbandingan tarif PPnBM mobil BEV, plug in full hybrid (PHEV), dan full hybrid. Seperti apa skemanya?

1. Tarif PPnBM yang sekarang berlaku berdasarkan PP Nomor 73 tahun 2019
whatsapp image 2020 12 17 at 91157 am 1 b266c79415d9a49e54baa40c73522261 - Sri Mulyani Ajukan 2 Skema Revisi Tarif PPnBM Mobil Listrik dan HybridMenhub Bud Karya menggunakan mobil listrik sebagai mobil dnasnya (Dok. BKIP Kemenhub)

Pemerintah pada dasarnya sudah mengatur besaran tarif PPnBM untuk kendaraan berbasis listrik. Untuk mobil dengan jenis teknologi kendaraan murni BEV dan plug in full hybrid (PHEV) selama ini tidak dkenakan PPnBM alias 0 persen.

lg.php?bannerid=0&campaignid=0&zoneid=6081&loc=https%3A%2F%2Fwww.idntimes.com%2Fbusiness%2Feconomy%2Fridwan aji pitoko 1%2Fpemerintah usulkan perubahan tarif pajak kendaraan berbasis listrik&referer=https%3A%2F%2Fwww.idntimes - Sri Mulyani Ajukan 2 Skema Revisi Tarif PPnBM Mobil Listrik dan HybridBesaran tarif ini kemudian secara progresif meningkat seiring dengan jenis teknologi mobil listr ik dan pengeluaran emisinya.

“Full-hybrid berdasarkan tarif PPnBM d PP 73 itu dkenakan 2 persen, 5 persen, dan 8 persen. Sementara mild-hybrid 8, 10, dan 12 persen,” kata Sri Mulyani.

2. Jika tarif semua jenis 0 persen, tidak akan kompetitif

hana menteri keuangan sri mulyani 20 agustus 2019 48b3c2e3da647a34a7c965e74e50340a - Sri Mulyani Ajukan 2 Skema Revisi Tarif PPnBM Mobil Listrik dan Hybrid

Pada PP Nomor 73 tahun 2019 djelaskan bahwa jenis kendaraan berteknologi murni BEV dan PHEV tidak dkenakan tarif PPnBM. Hal ini yang kemudn dusulkan pemerintah untuk bisa dubah.

“Kalau dlihat existing-nya, PP 73 itu perbedaan antara BEV yang full battery dengan plug in hybrid atau PHEV kan tidak ada, 0 persen dengan 0 persen dan ini menyebabkan para investor yang membangun mobil listrik d Indonesia merasa tidak kompetitif dan minta dbedakan antara yang full battery dengan yang hybrid,” papar Sri Mulyani.

Sebagai informasi, mobil dengan teknologi BEV benar-benar menggunakan baterai sebagai bahan bakarnya. Sementara mobil dengan teknologi PHEV mendekati penggunaan baterai sebagai sumber energinya.

“Sedangkan full hybrid itu lebih banyak hybrid-nya dbandng baterainya maka dbuatlah dari BEV 0 persen, plug in full hybrid 0 persen, full hybrid 2 persen dan 5 persen menjad 0 persen untuk BEV, plug in full hybrid 5 persen, dan full hybrid d angka 6 dan 7 persen,” ungkap Sri Mulyani.

3. Perbandngan lengkap skema 1 dan 2

3549f8152f85f7120b5520ce53f6f2a6 - Sri Mulyani Ajukan 2 Skema Revisi Tarif PPnBM Mobil Listrik dan Hybrid

Sri Mulyani Ajukan 2 Skema Revisi Tarif PPnBM Mobil Listrik dan Hybrid,Secara garis besar, usulan perubahan tarif PPnBM untuk kendaraan berteknologi listrik dbedakan ke dalam dua skema.

Skema pertama tarif PPnBM untuk BEV tetap 0 persen. Sedangkan PHEV yang tarif PPnBM asalnya 0 persen berubah menjad 5 persen.