Kategori
Rekreasi

Objek Wisata di Banyuwangi yang Bikin Kagum

Objek Wisata di Banyuwangi yang Keindahannya Bikin Kamu Kagum

Objek Wisata di Banyuwangi yang Bikin Kagum – Bali memang mempesona. Namun, tahukah kalian kalau daerah lain di sekitarnya juga tidak kalah menarik dan indah? Banyuwangi adalah salah satu contoh lokasi yang pantas dipertimbangkan sebagai tempat wisata kalian berikutnya. Banyuwangi merupakan kabupaten yang terletak di ujung paling timur pulau Jawa, dan merupakan tetangga terdekat dari pulau Bali.

Saat ini sektor pariwisata di Banyuwangi sudah berkembang dengan sangat pesat. Banyuwangi memiliki sejumlah destinasi wisata yang keindahannya tidak kalah dengan tetangganya, Bali. Walaupun namanya tidak sepopuler Bali, namun kamu pasti akan berdecak kagum ketika Download Aplikasi Sbobet Terbaru mengunjungi sejumlah objek atau tempat wisata di Banyuwangi ini.

Pantai Plengkung

Pantai ini juga dikenal dengan sebutan G-Land. Pantai ini terletak di dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Pantai Plengkung memiliki ombak yang cukup besar, karena merupakan pantai yang berhadapan langsung dengan samudera Hindia. Oleh karena itu banyak sekali para pecinta olahraga surfing atau berselancar yang datang ke pantai ini.

Pantai Plengkung menjadi salah satu tempat selancar terbaik di dunia, dan menjadi pantai berombak besar kedua setelah Hawaii. Selain itu tempat ini juga memiliki pemandangan alam yang indah dan pantai berpasir putih. Kalau kamu tidak suka berselancar, kamu masih bisa menikmati keindahan pantai ini.

Teluk Ijo

Teluk Ijo atau Green Bay di Banyuwangi memiliki keindahan alam yang luar biasa. Dinamai seperti itu karena air lautnya cenderung berwarna hijau. Walaupun tidak sepopuler Maya Bay di Thailand, namun Green Bay memiliki pesona yang tidak kalah memukau. Namun perjalanan untuk mencapai tempat ini memang tidak mudah.

Telok Ijo berlokasi sekitar 90 Km dari Banyuwangi, kamu harus menempuh perjalanan selama 3 jam dari Banyuwangi ke Pantai Rajegwesi. kemudian kamu masih harus menyusuri tebing dan lembah selama 1 jam untuk sampai ke Green Bay. Semua rasa lelah kamu dijamin langsung hilang begitu kamu tiba di teluk Ijo ini.

Desa Wisata Adat Osing Kemiren

Desa wisata Osing atau Using ini berada di desa Kemiren, kecamatan Glagah, kabupaten Banyuwangi. Penduduk yang tinggal di desa ini dikenal dengan nama suku Osing, dan memiliki adat istiadat serta budaya yang unik. Masyarakat suku Osing adalah keturunan dari kerajaan Hindu Blambangan.

Desa Kemiren sudah ada sejak tahun 1830, dan suasana di desa ini berbeda dengan desa-desa lainnya yang ada di Banyuwangi. Suku Osing yang ada di desa Kemiren memiliki tradisi khas yang dijalankan secara turun-temurun, dan mengikuti ajaran nenek moyang mereka.

Kawah Ijen

Inilah objek wisata di Banyuwangi yang terkenal hingga ke mancanegara. Kawah Ijen sering dikunjungi oleh wisatawan yang ingin melihat keindahan Blue Fire atau api biru. Kerennya lagi nih, Blue Fire ini cuma ada di dua tempat saja di dunia. Yang pertama ada di Islandia dan yang kedua di Banyuwangi.

Tapi untuk menikmati keindahan Blue Fire ini, kamu harus sedikit berjuang untuk mendaki gunung Ijen pada waktu dini hari. Setelah sampai di puncak gunung, kamu harus turun ke kawahnya untuk melihat Blue Fire. Walaupun kelihatannya agak sedikit melelahkan, namun semua rasa lelahmu akan terbayar ketika kamu menyaksikan keindahan Blue Fire. 

Pantai Sukamade

Terletak di Taman Nasional Meru Betiri, di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Pantai Sukamade ini juga terkenal sebagai tempat bertelurnya penyu dari kawasan Samudera Indonesia dan Pasifik. Karena itu tidak heran kalau di pantai ini kamu bisa melihat banyak anak-anak penyu.

Ketika berjalan kaki untuk mencapai pantai ini, kamu harus melintasi jalan setapak sambil menikmati hamparan hutan hujan tropis dataran rendah. Dan mungkin di sepanjang perjalanan kamu bisa melihat kijang, babi hutan, kelelawar dan berbagai jenis burung. Kalau kamu ingin melihat penyu-penyu yang naik untuk bertelur, kamu bisa mengunjungi pantai ini di malam hari.

Pantai Pulau Merah

Objek wisata yang satu ini terletak di kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Nama Pulau Merah sendiri diambil dari sebuah pulau yang terdapat di sekitar pantai ini, dan tanah di sekitar pulau ini berwarna merah. Pulau ini bisa dikunjungi ketika air laut sedang surut.

Kawasan ini juga akan berwarna merah di sore hari, ketika matahari hendak tenggelam sehingga menampilkan pemandangan sunset kemerahan yang cantik. Pantai disekitar kawasan ini berpasir putih, namun ombak pantai ini termasuk cukup tinggi. Oleh karena itu pantai ini juga banyak dikunjungi oleh para peselancar.

Pulau Tabuhan

Pulau kecil ini terletak tepat di tengah laut selat Bali, dan masih termasuk kedalam wilayah desa Bangsring, kecamatan Wongsorejo, kabupaten Banyuwangi. Pulau ini bisa terlihat dengan jelas dari pantai Watudodol. Untuk menuju ke pulau Tabuhan ini, kamu bisa menyewa kapal dari pantai Bangsring.

Perjalanan dari pantai Bangsring ke pulau Tabuhan, akan memakan waktu sekitar 15 menit saja. Pulau Tabuhan merupakan pulau kecil yang tidak berpenghuni, namun kamu bisa melakukan banyak aktifitas seru disana. Misalnya saja snorkeling, foto-foto sambil keliling menikmati keindahan pulau, dan melihat sunrise atau sunset.

Nah gimana? Keren-keren banget kan objek atau tempat wisata di Banyuwangi? Kalau suatu saat kamu berkesempatan untuk berlibur ke Banyuwangi, jangan lupa untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang disebutkan tadi ya, guys!

Kategori
Rekreasi

Tips Mengunjungi Desa Wisata Baduy

Kenali Rute, Aturan, dan Tips Mengunjungi Desa Wisata Baduy

Tips Mengunjungi Desa Wisata Baduy – Salah satu desa adat yang masih memegang teguh adat istiadatnya adalah Desa Adat Baduy yang terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Kawasan Desa Adat Baduy belakangan ini menjadi perbincangan hangat setelah muncul wacana penghapusan daearah ini sebagai destinasi wisata.

Masyarakat Badui sendiri yang menginginkannya, lalu berharap menjadi cagar budaya. Permintaan masyarakat Baduy ini kabarnya disampaikan lewat sebuah surat terbuka yang dikirim ke Presiden Joko Widodo pada Senin.

Belakangan, surat itu dibantah dan disebut tidak mewakili seluruh tokoh serta masyarakat Baduy. Menurut Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija, Desa Kanekes sebagai tempat tinggal masyarakat Baduy masih boleh dikunjungi wisatawan.

Namun, warga Baduy meminta agar nama Wisata Baduy diganti menjadi Saba Budaya Baduy. Ini artinya wisatawan yang berkunjung tujuannya adalah untuk silaturahmi, bertemu, dan berinteraksi. Sementara jika wisata, orang Baduy seolah-olah menjadi tontonan.

Jaro Saija mengatakan situs poker online penyebutan Saba Budaya Baduy sebetulnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Bahkan sudah dibentuk peraturan desa mengenai Saba Budaya.

Nah, kalau kamu berencana mengunjungi Saba Budaya Baduy, berikut rute, aturan, dan tips-tipsnya yang harus kamu pahami.

Aturan yang harus kamu patuhi

Masyarakat Baduy dikenal selalu memegang teguh adat istiadat dan aturan. Oleh karena itu, ada beberapa peraturan yang wajib kamu patuhi saat berkunjung ke Desa Adat Baduy.

Jika kamu berada di Baduy Dalam, kamu dilarang mengambil foto atau video lewat perangkat apa pun. Jika mandi di sungai tidak boleh menggunakan sabun, sampo, dan pasta gigi.

Selain itu, masyarakat Baduy juga dikenal sangat memelihara alam dengan baik. Oleh karena itu, kamu dilarang keras untuk membuang sampah sembarangan. Para wisatawan yang berkunjung diwajibkan membawa kembali sampah-sampah mereka.

Cara menuju Desa Baduy

Desa Adat masyarakat Baduy terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Desa ini terletak sekitar 160 kilometer dari pusat Kota Jakarta.

Waktu yang ditempuh untuk menuju Desa Kanekes adalah sekitar lima jam perjalanan. Dari Jakarta, kamu bisa naik KRL dari Stasiun Tanah Abang menuju Rangkasbitung, ibu kota Kabupaten Lebak.

Sampai di Rangkasbitung, kamu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan umum berupa elf lokal untuk menuju Ciboleger, yang merupakan pintu gerbang menuju Kampung Baduy.

Dari sinilah perjalanan trekking dimulai. Sebenarnya, ada dua jalur yang bisa kamu pilih, yakni Ciboleger dan Cijahe.

Jalur Ciboleger ini lebih ramah turis dengan fasilitas lengkap dan suasana yang ramai. Namun jika lewat jalur ini, diperlukan trekking sekitar 4-5 jam. Jalur Cijahe memiliki jalan yang cukup rusak dan berlubang, tetapi hanya durasi trekking kurang dari satu jam saja.

Sebelum sampai ke Desa Adat Baduy di Kanekes, kamu akan menjumpai beberapa kampung baduy luar dan Taman Nasional Ujung Kulon Pandeglang. Sesampainya di pintu gerbang Desa Kanekes, kamu kembali bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Tips-tips berkunjung ke Desa Adat Baduy

Sangat disarankan menyiapkan kondisi fisik dan stamina jika ingin bersilaturahmi ke Desa Adat Baduy. Pasalnya, untuk bisa sampai ke kampung-kampung di Baduy Dalam, kamu harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki melewati jalur setapak.

Kamu bisa menyiapkan peralatan yang akan digunakan menuju Desa Adat Baduy, seperti sepatu trekking, jaket, ransel, jas hujan, dan juga senter. Satu hal lagi yang perlu kamu ketahui, kamu tidak akan menemukan warung makan di Baduy Dalam. Disarankan membawa perbekalan sendiri.

Jika kamu memutuskan menginap di rumah penduduk, kamu bisa membawa beras, sayuran, lauk pauk, dan air minum yang banyak mengingat air bersih di Baduy hanyalah dari air sungai. Kamu juga bisa membawa makanan ringan, kopi, teh, dan gula.

Sesampainya di rumah penduduk, kamu bisa meminta tuan rumah untuk memasakkan makan malam dan sarapan buat rombonganmu. Jangan lupa juga untuk mengisi buku tamu dan menyelipkan selembar Rp50 ribu di buku tersebut.

Kategori
Rekreasi

Wisata Curug Badak Batu Hanoman

Wisata Curug Badak Batu Hanoman: Info Rute, Lokasi, Harga, dan Tips

Wisata Curug Badak Batu Hanoman – Jika anda sedang berlibur di Tasikmalaya, tidak ada salahnya berkunjung ke objek wisata alam Curug Badak Batu Hanoman yang berada di wilayah Desa Sukasetia dan Desa Sunda Kerta, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Wilayah Jawa Barat memang identik dengan tempat wisata berupa air terjun atau curug.

Tak hanya Bogor, Tasikmalaya juga memiliki wisata air terjun yang menarik, lho. Salah satunya Curug Badak dan Batu Hanoman yang berada di satu area.

Jadi, kamu bisa mengunjungi dua air terjun sekaligus dalam sekali kunjungan. Nah, biar liburanmu makin seru, simak informasi Download Poker IDNPlay Android wisata Curug Badak dan Batu Hanoman yang bisa jadi bekal perjalananmu.

Rute menuju Curug Badak dan Batu Hanoman

Rute paling mudah menuju lokasi adalah dari pusat Kota Tasikmalaya. Kamu akan menempuh jarak sekitar 21 kilometer dalam waktu satu jam. Dari pusat kota, arahkan kendaraan menuju Jalan Perintis Kemerdekaan.

Setelah itu, ikuti Jalan SL. Tobing, Jalan Ir. H. Juanda, dan Jalan Letnan Harun ke arah Sukamajukidul. Berikutnya, belok kiri ke Jalan Sukaratu, kemudian ikuti jalan lurus hingga bertemu jalan berbelok ke kanan melewati Jalan Cisinga.

Di depan, kamu akan melihat belokan ke kiri menuju Kampung Leuwibodas. Ikuti jalan tersebut hingga bertemu pintu masuk Curug Badak Batu Hanoman yang berada di sebelah kanan jalan.

Daya tarik Curug Badak

Tak jauh dari Curug Batu Hanoman, kamu harus berjalan sekitar 25 meter untuk sampai ke Curug Badak. Curug ini berada di bawah aliran Curug Batu Hanoman yang dekat dengan  kawasan hutan pinus.

Kondisi jalannya cukup ekstrem, sehingga harus ekstra hati-hati. Disebut Curug Badak karena terdapat batu yang menonjol di tebing, tepatnya di tengah aliran air terjun. Batu yang menonjol tersebut menyerupai cula badak sehingga air terjun ini disebut Curug Badak.

Selain keindahan panorama air terjun, tempat ini juga memiliki suasana alam yang sejuk dengan udara yang bersih. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri dari Curug Badak dan Batu Hanoman ini.

Saat ini sudah banyak warung dan kedai kopi yang bisa digunakan untuk tempat beristirahat. Fasilitasnya pun sudah cukup lengkap, seperti area parkir, musala, dan toilet umum.

Lokasi, jam operasional, dan harga tiket

Lokasi: Desa Sukasetia, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Jam operasional: setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB

Harga tiket: Rp8.500 per orang

Daya tarik Curug Batu Hanoman

Dari gerbang masuk, kamu harus melakukan trekking sejauh 250 meter menuju Curug Batu Hanoman. Setelah trekking, kamu akan menemukan kawasan hutan pinus yang menyejukkan.

Sampai di tempat tersebut, beristirahatlah terlebih dahulu atau menyewa hammock untuk berfoto dengan harga Rp5.000. Kalau sudah, lanjutkan perjalanan menuju pinggir hutan pinus untuk melihat Curug Batu Hanoman.

Curug ini cenderung menyerupai aliran sungai yang tak dalam dan cukup jernih.  Meskipun aliran airnya cukup deras, tetapi masih cukup aman untuk berenang.

Disebut Curug Hanoman, karena bentuk aliran airnya yang memanjang seperti ekor kera Hanoman, salah satu tokoh pewayangan berwajah kera.

Tips berwisata ke Curug Badak Hanoman

Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan selama berwisata ke Curug Badak dan Batu Hanoman, antara lain:

  • Datanglah saat pagi hari supaya bisa merasakan udara yang sejuk, sekaligus bisa memiliki waktu lebih banyak untuk berwisata di sana.
  • Sebaiknya membawa baju ganti jika ingin bermain air di dekat air terjun.
  • Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman, karena harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk mencapai lokasi.
  • Jika ingin lebih hemat, sebaiknya bawa bekal makan dan minum.
  • Jaga kebersihan di lingkungan air terjun. Jangan membuang sampah sembarangan.

Nah, itulah informasi mengenai wisata ke Curug Badak dan Batu Hanoman di Tasikmalaya. Bisa jadi tempat yang asyik untuk pelesiran akhir pekan, nih.

Kategori
Rekreasi

Spot Wisata Bahari di Labuan Bajo

Spot Wisata Bahari yang Bisa Dikunjungi di Labuan Bajo, Yuk Main!

Spot Wisata Bahari di Labuan Bajo – Tidak hanya unggul sebagai destinasi wisata bahari Indonesia dan pulau Komodo, Labuan Bajo memiliki tempat yang romantis bernama Bukit Cinta. Berbagai tekanan pekerjaan dan kehidupan kota yang dinamis membuat kita jadi rentan stres.

Untuk itu, rehat dari hiruk pikuk perkotaan dan berlibur ke tempat wisata alam menjadi hal yang sangat diinginkan semua orang yang sudah jenuh dengan tekanan kehidupan kota. Tapi tidak perlu jauh-jauh, ada banyak tempat wisata #DiIndonesiaAja yang layak untuk kamu sambangi.

Salah satu tempat yang bisa mengobati jiwamu yang penat ini adalah Labuan Bajo. Labuan Bajo merupakan desa yang berada di Nusa Tenggara Timur yang menawarkan wisata bahari yang mengagumkan sehingga ada banyak tempat yang bisa dikunjungi untuk snorkeling, scuba diving, atau sekadar bermain air.

Yuk, kita bahas beberapa Download Poker IDNPlay Android spot wisata bahari yang bisa kamu kunjungi di Labuan Bajo.

Pulau Taka Makassar

Walaupun memiliki embel-embel Makassar, tempat ini sama sekali tidak berada di Makassar. Taka Makassar merupakan pulau tak berpenghuni yang berada di Nusa Tenggara Timur. Selain tak berpenghuni, pulau ini juga memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga hanya ada saat air laut sedang surut.

Pulau Taka Makassar memiliki hamparan pasir putih dengan rimbunan ilalang. Kualitas air di sini masih sangat jernih dan memiliki pemandangan laut yang indah. Karenanya, tak heran jika Pulau Taka Makassar menjadi tempat favorit snorkeling.

Selain banyaknya jenis ikan, jika beruntung kamu bisa berjumpa dengan ikan pari manta. Pari manta adalah spesies ikan pari terbesar yang jinak dan tidak menyengat. Walaupun begitu, kamu tidak boleh menyentuhnya karena hewan ini termasuk spesies hewan yang dilindungi.

Arus perairan di sekitar Pulau Taka Makassar cukup deras, sehingga kamu yang belum berpengalaman sebaiknya cukup berenang di tepian saja. Tapi tenang, walaupun hanya berenang di bagian tepi, pemandangan bawah airnya dijamin tidak akan mengecewakan.

Pulau Komodo

Sama seperti namanya, pulau Komodo merupakan rumah bagi ribuan ekor komodo, hewan endemik Indonesia. Pulau Komodo sendiri masuk dalam wilayah Taman Nasional Komodo, yang merupakan salah satu warisan budaya UNESCO. Oleh sebab itu, tidak afdol rasanya jika saat berada di Labuan Bajo, kamu tidak mampir ke Ppulau Komodo.

Selain melihat komodo secara langsung, pulau Komodo juga menawarkan pesona alam yang indah. Juga, untuk kamu yang ingin mengeksplor kehidupan bawah air di sini, kamu akan disuguhi dengan sensasi berenang bersama kura-kura dan ikan cantik dengan pemandangan nan indah. Menarik sekali, ya? Pulau Komodo memang layak disebut sebagai #WonderdulIndonesia.

Pink Beach

Pantai berpasir merah muda bukanlah hal yang umum dijumpai. Beruntungnya, di Indonesia kamu bisa menemukan pantai dengan pasir merah muda yang indah.

Pantai ini adalah Pink Beach yang ada di Labuan Bajo. Konon, warna merah muda pada pasir Pink Beach berasal dari kontaminasi koral yang hancur. Karenanya, selain pasir pantai yang berwarna merah muda, hamparan koral yang indah di bawah laut juga menjadi tujuan para turis berkunjung ke Pink Beach. Ditambah, beragam jenis ikan nan cantik membuat snorkeling di Labuan Bajo menjadi pengalamanmu yang tak akan terlupakan.

Sayangnya, pasir merah muda yang menjadi daya tarik Pink Beach mulai pudar lantaran ulah turis nakal yang suka membawa pulang koral maupun pasir pantai. Padahal, perbuatan ini sebenarnya telah dilarang oleh undang-undang. Duh, miris sekali ya?

Pulau Padar

Pulau Padar memiliki bentuk yang abstrak dengan hamparan perbukitan yang sangat unik jika dilihat dari atas. Pulau Padar juga masuk dalam salah satu situs warisan budaya UNESCO karena memiliki pemandangannya alam yang indah. Karenanya, tempat ini sangat cocok untuk kamu yang hobi berburu foto.

Untuk mendapatkan foto yang istimewa, kamu perlu mendaki bukit agar bisa mendapatkan view dari atas. Walaupun cukup melelahkan, tapi pemandangan alam pulau Padar yang indah dijamin akan memanjakan mata. Selain itu, disarankan juga kamu ke sini saat masih pagi agar tidak terlalu terik. Begitu sampai atas, kamu bisa berfoto dengan lanskap pulau Padar yang abstrak dan air yang biru.

Selain pemandangan yang menakjubkan, pulau Padar juga dikelilingi oleh tekuk berpasir putih yang indah dan beberapa laut yang menjadi spot favorit bermain air karena menawarkan pemandangan laut yang memesona.

Pulau Rinca

Bukan hanya di Pulau Komodo, ternyata Pulau Rinca juga merupakan rumah bagi ribuan komodo. Walaupun jumlahnya tak sebanyak di Pulau Komodo, tapi kamu tetap bisa puas melihat komodo di Pulau Rinca.

Pulau Rinca memiliki luas yang lebih kecil daripada Pulau Komodo. Tetapi pesona alamnya tidak kalah indah dari pulau Komodo.

Pulau Rinca memiliki kontur geografis berupa padang savana yang sangat epik untuk berfoto ria. Selain melihat komodo, kamu juga bisa bertemu dengan hewan lain yang yang umumnya merupakan mangsa bagi komodo, seperti rusa, babi hutan, kerbau, dan burung. Selain itu, di sekitar pulau Rinca juga terdapat pantai indah berpasir putih.

Demikianlah beberapa spot wisata alam di Labuan Bajo yang layak untuk kamu coba. Jika kamu berkesempatan untuk traveling ke sana, jangan lupakan protokol kesehatan yang sedang berlaku.

Kategori
Rekreasi

Wisata Menarik buat Pencinta Buah

Wisata Menarik buat Pencinta Buah, Bisa Petik dan Makan Sepuasnya

Wisata Menarik buat Pencinta Buah – Menikmati hari libur panjang menjadi momen menyenangkan yang selalu ditunggu banyak orang. Aktivitas yang satu ini bahkan semakin populer seiring dengan banyaknya orang yang memposting dengan menceritakan pengalaman liburan yang menarik di sosial media mereka. Tanah Indonesia yang subur membuat beragam tanaman bisa tumbuh dengan baik, termasuk pohon yang berbuah.

Mungkin kamu pernah Download Poker IDNPlay Android mendengar tentang sebuah kota yang identik dengan suatu buah, seperti Indramayu yang dijuluki Kota Mangga.  Terdapat beberapa kota penghasil buah yang bisa jadi destinasi buat liburan nanti. Nah, buat kamu pencinta buah, kamu wajib tahu destinasi menarik berikut ini!

Kota Anggur, Probolinggo

Probolinggo dikenal sebagai kota penghasil buah anggur. Bahkan, hampir setiap rumah penduduk memiliki pohon anggur seperti ini.

Jika kamu ingin berlibur sambil menikmati anggur segar, kamu bisa berkunjung ke Kebun Percobaan Banjarsari yang berlokasi di Kecamatan Sumberasih, Probolinggo. Kebun yang berdiri di atas lebih dari empat hektare ini memiliki beberapa varietas anggur yang wajib kamu coba.

Kota Jambu, Demak

Selain disebut sebagai Kota Wali, Demak juga dijuluki sebagai Kota Jambu. Jambu menjadi produksi pertanian terbesar di daerah ini.

Kamu bisa mengunjungi tempat agrowisata yang berada di Demak, seperti Desa Betokan, Sidomulyo, hingga Wonosari. Agrowisata tersebut didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Demak.

Kota Buah Naga, Banyuwangi

Selain menikmati wisata alam yang eksotis, kamu juga bisa mengunjungi tempat wisata petik buah naga di Desa Sambirejo. Kamu bisa memetik buah langsung dari pohonnya sekaligus membeli berbagai jenis olahannya, seperti mi hingga sirup buah naga.

Kota Salak Pondoh, Sleman

Jika kamu ingin berlibur ke daerah Jawa Tengah, kamu wajib mampir ke Desa Wisata Agro Bangunkerto. Desa ini dihuni penduduk yang berprofesi sebagai petani salak.

Desa wisata ini berlokasi di Kampung Gadung, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Kamu bisa menikmati salak pondoh langsung dari pohonnya. Seru banget, kan?

Itulah destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi sebagai pencinta buah. Selalu patuhi protokol kesehatan di mana pun berada ya, termasuk saat ke tempat wisata.

Kategori
Rekreasi

Wisata Kekinian di Semarang

Wisata Kekinian di Semarang yang Akan Mendekatkanmu dengan Alam

Wisata Kekinian di Semarang – Berlibur ke Semarang tak perlu lagi bingung. Jajaran objek wisata di Semarang akan membuat liburan Anda semakin menyenangkan. Rekomendasi wisata alam berikut akan membantu Anda untuk dapatkan petualangan serta pengalaman yang tak terlupakan ketika di kota Semarang. Dusun Semilir Ecopark Bawen salah satu spot wisata kekinian di Kota Semarang yang menyuguhkan pemandangan instalasi hingga bangunan berbentuk stupa yang dirakit dengan rotan.

Meski kekinian, Dusun Semilir Ecopark Bawen berdiri di tengah-tengah alam dengan panorama yang luar biasa indah. Bukan hanya Dusun Semilir Ecopark Bawen saja! Berikut ini ada Login IDNPLay Poker APK spot wisata kekinian di Semarang yang mendekatkanmu dengan alam. Yuk, ke sana!

Sunrise Hill Gedong Songo

Lokasi Sunrise Hill Gedong Songo masih satu kecamatan dengan I’Ampelgading Homeland. Di dalam wisata ini berdiri banyak sekali platform untuk berfoto yang mengusung tema luar negeri. Bahkan, memberimu kesempatan mengenakan pakaian tradisional dari dalam maupun luar negeri.

Berlatarkan perbukitan hijau, Sunrise Hill Gedong Songo dilengkapi pula oleh taman bermain anak-anak hingga restoran yang menyuguhkan hidangan lezat.  Harga tiket masuk ke wisata ini berkisar Rp30 ribu, dan buka setiap hari mulai pukul 08.00-18.00.

Taman Bunga Celosia Bandungan

Taman bunga ini mengusung konsep Eropa banget! Terbukti dari gaya bangunan serta tatanan taman. Tak kalah dari penampilan memesona warna-warni bunga, terdapat banyak spot foto yang instagramable dan bikin kamu kepengin berfoto terus.

Biaya menikmati keindahan bunga celosia di wisata ini berkisar Rp20-25 ribu dengan waktu operasional setiap hari mulai pukul 08.00-17.00.

I’Ampelgading Homeland

Terletak di Dusun Ampelgading, Bandungan, I’Ampelgading Homeland adalah wisata yang menyuguhkan pemandangan alam dari ketinggian. Di dalamnya, terdapat banyak spot untuk berfoto hingga gardu pandang yang dimanfaatkan untuk menyaksikan eloknya alam Semarang secara jelas.

Wisata ini membuatmu serasa di negeri atas awan, lho! Buka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00, harga tiket masuk ke I’Ampelgading Homeland cukup terjangkau. Bermodal Rp5-10 ribu, sudah bikin kamu jadi happy.

Bukit Cinta Rawa Pening

Rawa Pening merupakan danau cukup terkenal di Jawa Tengah. Tempat ini kini bermetamorfosis menjadi spot wisata kekinian yang makin seru untuk dikunjungi. Tak hanya cantik sebagai spot berfoto, Bukit Cinta Rawa Pening tempat yang tepat untuk menyegarkan pikiran.

Berada di Kecamatan Banyubiru, harga tiket masuk yang ditawarkan juga bikin dompet tersenyum. Berkisar Rp6-8 ribu saja, kamu dapat menikmati panorama rawa pening dengan puas. Bukit Cinta Rawa Pening buka setiap hari mulai pukul 08.00-18.00.

Umbul Sidomukti

Lokasinya tepat berada di kaki Gunung Ungaran, Umbul Sidomukti memang tempat yang bikin kamu benar-benar kembali ke alam. Wahana outbound, kolam renang hingga penginapan, berbagai atraksi menarik yang ditawarkan oleh Umbul Sidomukti. Di luar biaya menginap, biaya masuk ke Umbul Sidomukto berkisar Rp15-75 ribu.

Nah, itu tadi wisata kekinian di Semarang yang tetap mendekatkanmu dengan alam. Setelah melihatnya dari gambar, kira-kira kamu tertarik mengunjungi wisata yang mana nih setibanya di Semarang?

Kategori
Rekreasi

Tempat Wisata di Magelang

Tempat Wisata di Magelang yang Wajib Masuk Bucket List Kamu

Tempat Wisata di Magelang – Magelang yang dikenal sebagai Kota Sejuta Bunga ini memiliki daya tarik yang hebat bagi wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Pesona alam dari Magelang pun tidak kalah indahnya dari kota-kota wisata lainnya. Magelang yang terkenal sebagai Kota Sejuta Bunga ini memiliki daya tarik yang gak ada habisnya.

Pesona alamnya pun gak kalah menakjubkan dibanding kota-kota wisata lainnya. Kalau kamu berencana liburan ke Jawa Tengah, Magelang bisa kamu masukkan dalam bucket list-mu. Kamu bisa berkunjung ke beberapa tempat wisatanya.

Berikut victoriaramada.com rangkum beberapa rekomendasi APK IDNPlay Poker Terbaru destinasi atau tempat wisata di Magelang yang terbaru. Wajib banget masuk daftar antrean tujuan wisatamu berikutnya!

Gardu Pandang Silancur

Gardu Pandang Silancur menawarkan pemandangan alam hijau dengan keindahan Gunung Sumbing. Tidak hanya itu, di sekitar Gardu Pandang Silancur  terdapat taman bunga warna-warni yang gak tampak begitu Instagramable. Pesonanya senja di sini cukup memukau.

Lokasi: Dadapan, Mangli, Kaliangkrik, Magelang

Jam operasional: 09.30-22.00 WIB

Harga tiket: Rp5.000

Gunung Andong

Gunung Andong memiliki tinggi sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut, cocok untuk pendaki pemula. Perjalanan yang ditempuh menuju puncak hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Disarankan memulai mendaki setelah pukul 12.00, sehingga bisa mendapatkan sunset dan sunrise.

Lokasi: di antara Desa Tlogorjo dan Desa Ngablak, Grabag, Magelang

Jam operasional: 24 jam 

Harga tiket: Rp5.000

Air Terjun Grenjengan Kembar

Air Terjun Grenjengan Kembar berada di lereng Gunung Merbabu. Menariknya, air terjun ini memiliki dua aliran ganda atau kembar di tengah hutan pinus Taman Nasional Gunung Merbabu.

Ketinggian air terjun yang pertama sekitar 14 meter dengan dua tingkat, sedangkan air terjun kedua setinggi 18 meter.

Lokasi: Dusun Citren, Desa Munewarang, Pakis, Satap Kragilor, Muneng Warangan, Pakis, Magelang

Jam operasional: 08.00-18.00 WIB

Harga tiket: Rp3.000

Candi Umbul

Kata ‘umbul’ berasal dari bahasa Jawa yang berarti keluarnya sumber air dari dasar kolam. Disebut Candi Umbul karena bangunan candinya berada di kolam.

Terdiri dari dua kolam yang memiliki kandungan belerang di bagian atasnya. Kolam yang kedua berisi air dingin dengan dinding kolam berasal dari lapisan batu andesit. Pada zaman dulu, kolam yang kedua ini dijadikan tempat pemandian putri bangsawan.

Lokasi: Jalan Candi Umbul, Grabag, Perkebunan, Kartoharjo, Grabag, Magelang

Jam operasional: 06.00-18.00 WIB

Harga tiket: Rp5.000

Gereja Ayam

Puncak bangunan Gereja Ayam ini terkenal melalui film Ada Apa Dengan Cinta 2, kamu bisa menikmati matahari terbit yang indah di sini. Gereja Ayam terdiri dari tujuh lantai dengan makna filosofi yang berbeda-beda.

Misalnya lantai satu memiliki arti bahwa kelahiran manusia polos tanpa noda sedikit pun. Lantai dua menandakan manusia yang tumbuh dewasa dan banyak hal terjadi, termasuk dosa.

Lantai tiga berfokus pada hal negatif yang berhubungan dengan penggunaan narkotika. Kemudian, lantai empat lebih pada keragaman budaya Indonesia. Lantai lima berisi kata-kata mutiara.

Lantai enam, sebuah harapan agar hidup lebih baik. Lantai tujuh yang disimbolkan oleh mahkota menunjukkan rasa syukur.

Lokasi: Karangrejo Gombong, Kurahan, Kembanglimus, Borobudur, Magelang

Jam operasional: 05.30-17.00 

Harga tiket: Rp30 ribu

Nah, itulah tempat wisata di Magelang yang bisa jadi referensi liburanmu. Jadi ke mana dulu nih kita?

Kategori
Rekreasi

Rekomendasi Wisata Gua di Yogyakarta

Rekomendasi Wisata Gua di Yogyakarta, Pemandangannya Bikin Takjub

Rekomendasi Wisata Gua di Yogyakarta – Yogyakarta selain terkenal dengan wisata budaya dan sejarahnya, kini juga dikenal memiliki pesona-pesona keindahan pariwisata alamnya. Tak heran jika belakangan ini mulai banyak bermunculan gua-gua yang indah untuk dijadikan sebagai objek wisata baru. Selain itu ada juga wisata budaya, sejarah, kuliner, hingga alam yang begitu sayang untuk dilewatkan.

Nah, selain Deposit IDNPlay pantai dan gunung, wisata berupa gua juga gak kalah menarik, lho. Apalagi ada gua di Yogyakarta yang menawarkan wisata river tubing. Berikut beberapa wisata gua di Yogyakarta yang wajib kamu kunjungi saat liburan.

Gua Selarong

Gua Selarong merupakan gua peninggalan sejarah yang berlokasi di Dukuh Kembangputihan, Pajangan, Bantul. Dulunya gua ini digunakan sebagai markas gerilya Pangeran Diponegoro saat melawan Belanda.

Gua Sriti

Gua Sriti terletak di Gunungkidul, tepatnya di sebelah barat Gua Pindul. Disebut Gua Sriti karena tempat ini merupakan sarang burung sriti.

Gua Cokro

Gua berbentuk vertikal dengan kedalaman 18 meter ini berada di Dusun Blimbing, Desa Umbulharjo, Pojong, Gunungkidul. Ketika cuaca cerah, kamu bisa menikmati fenomena Ray of Light, yakni sinar matahari yang masuk dari lubang lainnya.

Nah, untuk bisa masuk ke sini juga gak sembarangan, minimal harus 10 orang dengan biaya Rp1 juta.

Gua Jomblang

Gua yang sudah terkenal ini berada di Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Semanu, Gunungkidul. Gua vertikal ini memiliki kedalaman 60 meter yang bisa kamu kunjungi di siang hari, supaya cahaya matahari yang masuk memberikan pemandangan yang indah.

Gua Pindul

Gua Pindul menjadi destinasi wisata alam yang kini semakin dikenal. Ke Yogya belum lengkap rasanya kalau belum ikut cave tubing aliran Sungai Oya. Terletak di Wonosari, Gunungkidul, Gua Pindul menawarkan paket guide susur gua dengan menggunakan ban dan helm.

Gua Kalisuci

Gua Kalisuci merupakan sebuah kawasan karst yang di bawahnya terdapat sungai yang mengalir dengan arus tenang. Selain Gua Pindul, di sini juga salah satu wisata cave tubing terbaik. Untuk menyusurinya, kamu butuh waktu sekitar dua jam dengan panjang gua sekitar 600-700 meter.

Nah, itulah beberapa rekomendasi wisata gua di Yogyakarta yang memiliki pemandangan indah. Dijamin bakal lupa waktu, deh kalau liburan ke sini!

Kategori
Rekreasi

Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta

Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta, Gak Afdol Kalau Belum ke Sini!

Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta – Sebagai Ibu Kota dari Indonesia, membuat Jakarta menjadi salah satu kota yang dipilih sebagai jujugan bagi para wisatawan. Di kota metropolitan ini, anda tak hanya bisa menikmati pemandangan gedung gedung pencakar langit namun juga bisa menikmati ragam wisata yang ada. Jakarta punya segudang tempat wisata yang sayang untuk dilewatkan.

Sejumlah APK IDNPlay Poker Terbaru tempat wisata di Jakarta bahkan menjadi saksi sejarah di masa lampau. Berikut ini adalah tujuh daftar tempat wisata bersejarah di Jakarta yang wajib kamu datangi.

Monumen Pembebasan Irian Jaya

Selain Monas, Presiden Sukarno juga mencetuskan pembangunan Monumen Pembebasan Irian Jaya di Jakarta Pusat. Monumen ini dibangun untuk mengenang para pejuang Trikora dan masyarakat Irian Barat yang memilih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setelah lepas bebas dari penjajahan Belanda, karena wilayah Irian Barat dipertahankan Belanda sejak Konferensi Meja Bundar (1949) dan Belanda mengulur- ulur waktu sampai Bung karno membentuk Komando Trikora. Kata Irian singkatan dari Ikut Republik Indonesia Anti Nederland. Patung tersebut secara resmi diperingati pada tanggal 17 Agustus 1963, pada hari kemerdekaan ke-18 negara tersebut dan setahun setelah mulai dibangun.

Revitalisasi monumen ini terakhir dilakukan pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Revitalisasi ini menambah kolam air mancur, pedestrian, dan jogging track yang diarsiteki Yopi Anwar. Pada 2018, Gubernur Anies Baswedan meresmikan hasil revitalisasi tersebut.

Monumen Pancasila Sakti

Monumen Pancasila Sakti merupakan tempat yang dibangun untuk mengenang peristiwa Gerakan 30 September. Monumen ini letaknya berada di Jakarta Timur.

Pada peristiwa 30 September, terdapat tujuh pahlawan revolusi yang gugur setelah diculik dan dibunuh. Tujuh pahlawan tersebut adalah Jenderal Ahmad Yani, Jenderal S. Parman, Jenderal Suprapto, Jenderal Sutoyo, Jenderal MT Haryono, Jenderal Panjaitan, dan Kapten P. Tendean. Sosok mereka diabadikan dalam bentuk patung yang terletak di Monumen Pancasila Sakti.

Di dalamnya terdapat sejumlah diorama peristiwa terkait gerakan 30 September. Selain itu, terdapat pula museum berisi barang-barang peninggalan para pahlawan revolusi.

Untuk masuk ke dalamnya, orang dewasa dikenakan biaya tiket Rp4 ribu. Untuk anak-anak hingga mahasiswa tarifnya sebesar Rp2.500 per orangnya.

Apabila datang rombongan (minimal 40 orang) harganya pun berbeda. Bagi rombongan dewasa akan dikenakan biara RP3 ribu per orang dan rombongan anak-anak sebesar Rp2 ribu per orang. Oh ya, monumen ini tutup tiap Senin ya!

Galangan VOC

Mengutip Jakarta.go.id, Pusat Kebudayaan Tionghoa Galangan Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) merupakan salah satu situs pendukung ingatan tragedi Mei 1998. Berada di Jakarta Utara, bangunan ini didirikan pada 1628 sebagai kantor pusat kegiatan perusahaan Hindia Belanda, VOC. Tempat ini dulunya juga dijadikan sebagai ‘bengkel’ untuk merawat kapal-kapal besar.

Kini di tempat tersebut terdapat restoran ini bernama Galangan VOC Resto & Cafe yang buka dari jam 10 pagi sampai 5 sore. Menu yang disajikan merupakan makanan khas Indonesia dan Tionghoa.

Monumen Nasional (Monas)

Mengutip Jakarta.go.id, Monumen Nasional (Monas) yang terletak di Jakarta Pusat merupakan tugu yang dibangun 17 Agustus 1961 hingga 12 Juli 1975. Presiden Soekarno selaku ketua juri sayembara desain Monas menunjuk arsitek Soedarsono dan F. Silaban untuk membuat rencana gagasan Tugu Monas.

Pembangunan Monas terletak di tengah lapangan Merdeka, yang di salah satu bagiannya terdapat lapangan Ikada. Lapangan Ikada pernah dipakai Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta sebagai tempat rapat raksasa untuk menghimpun kekuatan rakyar mengusir penjajah

Di kawasan Monas terdapat sejumlah tempat yang bisa dikunjungi. Untuk masuk ke pelataran puncak, ruang museum, dan ruang kemerdekaan kamu hanya perlu membayar Rp5 ribu untuk dewasa, Rp3 ribu untuk mahasiswa, dan Rp2 ribu untuk anak atau pelajar. Sedangkan untuk ke puncak Monas harganya Rp15 ribu untuk dewasa, Rp8 ribu untuk mahasiswa, dan Rp4 ribu untuk anak atau pelajar.

Monas buka setiap hari Selasa-Minggu. Sebab, pada hari Senin ditutup untuk dilakukan pemeliharaan.

Tugu Proklamasi

Tugu Proklamasi terletak di kompleks Taman Proklamasi yang terletak di tanah bekas kediaman Presiden Sukarno di Jl. Pegangsaan Timur no. 56 yang kini telah berubah nama menjadi Jl. Proklamasi 56. Mengutip Jakarta.go.id, tugu ini diprakarsai oleh Kaum Wanita Republiken (PPI) dan Wanita Indonesia (WANI). Kedua kelompok itu ingin mendirikan sebuah monumen peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Mengutip Jakarta.go.id, Pada tahun 1960 tugu tersebut sempat dibongkar dan dibangun lagi oleh Gubernur Ali Sadikin pada 17 Juli 1972.

Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta

Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta merupakan bangunan ikonik yang mulai dibangun pada 1626. Mengutip Jakarta.go.id, museum seluas 1.300 meter persegi ini memiliki sejumlah objek perjalanan sejarah Jakarta, replika peninggalan kerajaan Tarumanegara dan Pajajaran, hingga keramik dan batu prasasti.

Pada era kepemimpinan Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon (JP) Coen, gedung ini difungsikan sebagai Balai Kota Jakarta. Pada 1925-1942 gedung ini sempat dimanfaatkan sebagai kantor pemerintahan Provinsi Jawa Barat dan pada 1942-1945 dipakai untuk pengumpulan logistik Dai Nipon. Kemudian pada 30 Maret 1974 diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta setelah diserahkan pada Pemda DKI Jakarta.

Biasanya di kawasan ini menjadi tempat berfoto karena bangunannya masih klasik.

Kategori
Rekreasi

Wisata Lawang Sewu

Wisata Lawang Sewu: Info Rute, Lokasi, Harga, dan Tips Liburan

Wisata Lawang Sewu – Sebagai ibukota Jawa Tengah, Semarang mempunyai daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan dari luar. Selain dari Bandeng Presto-nya yang khas, salah satu yang menarik wisatawan untuk datang ke Semarang adalah Lawang Sewu. Lawang Sewu menjadi salah satu wisata paling favorit di Kota Semarang.

Baru-baru ini video seorang YouTuber yang sedang Login IDNPLay Poker APK liburan ke Lawang Sewu Semarang viral di media sosial. Seorang satpam meminta YouTuber tersebut membayar Rp3 juta, karena merekam video untuk kepentingan vlog di Lawang Sewu. Pemilik akun YouTube Kirandika Channel  itu pun mengaku tak tahu mengenai biaya tersebut.

Jadi, sebenarnya berapa biaya yang harus disiapkan ketika liburan ke Lawang Sewu ya? Nah, biar gak salah paham atau bahkan “tertipu”, simak dulu informasi Wisata Lawang Sewu di Semarang berikut ini!

Rute menuju Lawang Sewu

Dari Jakarta:

Jika kamu menggunakan kereta api atau bus, kamu harus menuju Yogyakarta terlebih dahulu. Setelah itu, naik bus Yogyakarta-Semarang, lalu turun di Terminal Banyumanik atau Terminal Terboyo. Kemudian lanjutkan perjalanan dengan angkutan umum atau ojek menuju Simpang Lima Semarang.

Jika naik kendaraan pribadi, kamu bisa masuk ke tol Cipali-Palimanan, lalu arahkan kendaraan menuju Tegal, Pekalongan, Kendal, dan Semarang. Jika kamu sudah sampai di Semarang, arahkan kendaraan menuju Simpang Lima sebagai patokan utama.

Dari Simpang Lima, arahkan kendaraan lurus mengikuti Jalan Pandaran. Jalan terus sejauh 2,3 kilometer. Setelah itu, kamu akan bisa menemukan lokasi Lawang Sewu yang berada di sebelah kanan bundaran.

Tips liburan ke Lawang Sewu

Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan selama liburan di Lawang Sewu, antara lain:

  • Sebaiknya bawa uang tunai secukupnya, karena sistem pembayaran di tempat ini masih menggunakan tunai.
  • Hindari menyentuh benda-benda bersejarah yang ada di sana, supaya tidak rusak.
  • Jika ingin mengambil ingin menggunakan tempat ini untuk foto pre wedding atau lokasi syuting, harus meminta izin terlebih dahulu kepada pihak pengelola.
  • Jika kamu membawa kamera profesional, handycam, atau GoPro, sebaiknya komunikasikan dengan petugas, supaya tak terjadi kesalahpahaman.
  • Selalu jaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Lokasi, jam operasional, dan harga tiket

Lokasi: Jala Pemuda, Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah

Jam operasional: Senin-Minggu pukul 07.00-21.00 WIB

Harga tiket: Rp10 ribu untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak

Jika kamu menggunakan Lawang Sewu untuk lokasi syuting atau pre wedding, biayanya mulai dari Rp3 jutaan per jam.

Daya tarik Lawang Sewu

Salah satu gedung bersejarah di Indonesia ini tak hanya menjadi ikon Semarang. Terdapat beberapa daya tarik yang membuat bangunan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Sesuai namanya, daya tarik utama tempat ini adalah memiliki banyak pintu. Selain terlihat keren, hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi wisatawan untuk melaluinya.

Arsitekturnya yang unik membuatnya tampak estetik, sehingga berfoto di berbagai sudutnya tampak epik. Salah satunya seperti di gedung utama yang memiliki kaca mozaik dan pintu-pintu berjajar bak labirin.

Selain unik dan estetik, Lawang Sewu juga dikenal dengan mitos dan cerita horornya. Konon, terdapat ruang bawah tanah yang menjadi bekas tempat pembantaian pada zaman penjajahan. Pengunjung pun penasaran dengan hawa mistis yang sangat kental di sini.

Nah, itulah info wisata Lawang Sewu di Semarang yang perlu kamu pahami. Semoga info kali ini bisa membantumu saat liburan ke sana ya.